Tuesday, April 16, 2013

Mencegah Penyakit dengan Herbal



 Dalam buku Thibbun Nabawi, Ibnu Qayyim membagi tindakan pencegahan terhadap penyakit menjadi dua macam, yaitu pencegahan dari hal-hal yang dapat menimbulkan sakit, dan dari hal-hal yang memperparah penyakit yang sudah ada, sehingga penyakitnya tidak bertambah parah.

Cara yang pertama disebut pencegahan penyakit bagi orang sehat. Sedangkan cara yang kedua adalah tindakan preventif bagi orang sakit. Kalau orang sakit mampu melakukan tindakan preventif, maka penyakitnya bisa dicegah agar tidak semakin parah, sehingga ia bisa meningkatkan stamina untuk mengusir penyakit tersebut.

Secara tersirat, Allah telah menjelaskan hal ini dalam salah satu firman-Nya,

“Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan, atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih)”…. (Al-maidah [5]:6)

Dalam ayat ini, orang sakit dicegah menggunakan air saat wudhu, karena air  (pada kasus penyakit tertentu) bisa membahayakan kesehatan tubuhnya. Berarti pencegahan terhadap sebab-sebab timbulnya penyakit atau sesuatu yang menyebabkan penyakit bertambah parah sangat ditekankan. Kesimpulannya, pencegahan itu adalah obat terbaik terhadap penyakit, bisa mencegah timbulnya penyakit atau setidaknya mencegah agar penyakit itu tidak semakin parah dan melebar.

Kadangkala seseorang menginginkan sesuatu yang sebenarnya dilarang karena akan semakin memperparah sakitnya. Dalam hal ini menurut Ibnul Qayyim tidak mengapa diberikan dengan beberapa catatan. Hal ini diperbolehkan jika si sakit betul betul menginginkannya. Makanan yang dilarang tersebut (karena akan memperparah penyakit) boleh dikonsumsi asal sedikit dan dalam takaran yang mampu dicerna dengan baik. Hal itu tidak akan berbahaya, bahkan akan berguna. Karena kondisi tubuh dan lambung akan saling terikat oleh rasa suka dan senang, keduanya akan secara kooperatif menghalau hal-hal yang dikhawatirkan bahayanya. Bisa jadi, akan lebih berguna daripada mengonsumsi obat yang tidak disukai oleh pasien. Dalam hal ini menurut Ibnul Qayyim bahwa penyembuhan itu tidak semata dipengaruhi oleh faktor obat, namun faktor psikis dan diterimanya obat oleh tubuh juga memiliki pengaruh penting pada kesehatan.

Obat Herbal

Istilah herbal biasanya dikaitkan dengan tumbuh-tumbuhan yang tidak berkayu atau tanaman yang bersifat perdu. Dalam dunia pengobatan, istilah herbal memiliki makna yang lebih luas, yaitu segala jenis tumbuhan dan seluruh bagian-bagiannya yang mengandung satu atau lebih bahan aktif yang dapat dipakai sebagai obat (therapeutic). Misalnya Mengkudu Hutan (Morinda citrifolia) yang mengandung Morindin, bahan aktif anti kanker; Pegagan (Centela asiatica) yang mengandung Asiaticoside yang berguna untuk masalah kulit dan meningkatkan IQ.

No comments:

Post a Comment