Monday, May 6, 2013

Kelebihan dan Kekurangan Metode Alternatif Herbal



 Kekurangan metode alternatif herbal:

1.      Membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan khasiat obat sehingga harus dikonsumsi secara rutin
2.      Sulit mendapatkan bahan dasar obat yang dimaksud jika harus dalam bentuk segar (untuk mengurangi masalah ini sekarang telah dibuat dalam berbagai ekstrak)
3.      Khasiat obat yang membutuhkan waktu relatif lama, maka tidak dianjurkan untuk gangguan kesehatan yang gawat darurat. Misal asma pada keadaan serangan, jantung saat serangan, perdarahan, patah tulang, infeksi yang membutuhkan penanganan cepat, dan lain-lain.
4.      Membutuhkan motivasi tinggi karena jalan yang ditempuh kurang familier di kalangan masyarakat umum.
5.      Bahan baku belum standar
6.      Bersifat higroskopis serta volumines
7.      Belum dilakukan uji klinik
8.      Mudah tercemar berbagai jenis mikroorganisme

Walaupun demikian, efek samping obat herbal tidak bisa disamakan dengan efek samping obat modern. Pada tanaman obat terdapat suatu mekanisme yang disebut penangkal atau dapat menetralkan efek samping tersebut yang dikenal dengan istilah SEES (Side Effect Eliminating Subtanted).

Sebagai contoh:
·         Di dalam Kunyit terdapat senyawa yang merugikan tubuh, tetapi di dalam kunyit itu juga ada zat anti untuk menekan dampak negatif tersebut.

·         Pada perasaan air tebu terdapat senyawa saccharant yang ternyata berfungsi sebagai anti diabetes. Maka untuk penderita diabetes (kencing manis) bisa mengonsumsi air perasan tebu, tetapi dilarang minum gula walaupun gula merupakan hasil pemurnian dari tebu.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi kelemahan-kelemahan ini sampai ditemukannya bentuk obat herbal yang telah teruji khasiat dan keamanannya, bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah serta memenuhi indikasi medis yaitu kelompok obat fitoterapi atau fitofarmaka.

Dalam berbagai kasus pola penyakit di Indonesia mengalami pergeseran dari penyakit infeksi yang terjadi sebelum tahun 1970 ke penyakit-penyakit metabolik degeneratif yang terjadi sesudah tahun 1970 sampai sekarang. Penyakit infeksi dalam pengobatannya memerlukan penanggulangan secara cepat dengan menggunakan antibiotic. Jika pengobatan menggunakan obat herbal yang efeknya lambat, tentunya kurang efektif.

Penyakit metabolik regeneratif adalah penyakit baru yang ditimbulkan oleh gangguan metabolisme tubuh akibat mengonsumsi berbagai jenis makanan yang tidak terkendali serta gangguan faal tubuh sejalan dengan proses degenerasi. Termasuk penyakit metabolik antara lain: diabetes (kencing manis), hiperlipidermia (kolesterol tinggi), asam urat, batu ginjal dan hepatitis. Sedangkan yang termasuk penyakit degeneratif antara lain adalah: rematik (radang persendian), asma (sesak nafas), tukak lambung, ambeien/wasir dan pikun (Lost of memory).

Untuk menanggulangi penyakit tersebut diperlukan pemakaian obat dalam waktu lama sehingga jika menggunakan obat modern dikhawatirkan adanya efek samping yang terakumulasi dan dapat merugikan kesehatan. Oleh karena itu lebih sesuai bila menggunakan obat alam atau obat herbal, yang mempunyai kelebihan yaitu meskipun penggunaannya dalam waktu lama tetapi efek samping yang ditimbulkan relatif kecil sehingga dianggap lebih aman.