Kekurangan
metode alternatif herbal:
1. Membutuhkan
waktu lebih lama untuk mendapatkan khasiat obat sehingga harus dikonsumsi
secara rutin
2. Sulit
mendapatkan bahan dasar obat yang dimaksud jika harus dalam bentuk segar (untuk
mengurangi masalah ini sekarang telah dibuat dalam berbagai ekstrak)
3. Khasiat
obat yang membutuhkan waktu relatif lama, maka tidak dianjurkan untuk gangguan
kesehatan yang gawat darurat. Misal asma pada keadaan serangan, jantung saat serangan,
perdarahan, patah tulang, infeksi yang membutuhkan penanganan cepat, dan
lain-lain.
4. Membutuhkan
motivasi tinggi karena jalan yang ditempuh kurang familier di kalangan
masyarakat umum.
5. Bahan
baku belum standar
6. Bersifat
higroskopis serta volumines
7. Belum
dilakukan uji klinik
8. Mudah
tercemar berbagai jenis mikroorganisme
Walaupun
demikian, efek samping obat herbal tidak bisa disamakan dengan efek samping
obat modern. Pada tanaman obat terdapat suatu mekanisme yang disebut penangkal
atau dapat menetralkan efek samping tersebut yang dikenal dengan istilah SEES (Side
Effect Eliminating Subtanted).
Sebagai contoh:
·
Di dalam Kunyit terdapat senyawa yang
merugikan tubuh, tetapi di dalam kunyit itu juga ada zat anti untuk menekan
dampak negatif tersebut.
·
Pada perasaan air tebu terdapat senyawa saccharant
yang ternyata berfungsi sebagai anti diabetes. Maka untuk penderita
diabetes (kencing manis) bisa mengonsumsi air perasan tebu, tetapi dilarang
minum gula walaupun gula merupakan hasil pemurnian dari tebu.
Berbagai upaya
telah dilakukan untuk menanggulangi kelemahan-kelemahan ini sampai ditemukannya
bentuk obat herbal yang telah teruji khasiat dan keamanannya, bisa
dipertanggungjawabkan secara ilmiah serta memenuhi indikasi medis yaitu
kelompok obat fitoterapi atau fitofarmaka.
Dalam berbagai
kasus pola penyakit di Indonesia mengalami pergeseran dari penyakit infeksi
yang terjadi sebelum tahun 1970 ke penyakit-penyakit metabolik degeneratif yang
terjadi sesudah tahun 1970 sampai sekarang. Penyakit infeksi dalam
pengobatannya memerlukan penanggulangan secara cepat dengan menggunakan
antibiotic. Jika pengobatan menggunakan obat herbal yang efeknya lambat,
tentunya kurang efektif.
Penyakit metabolik
regeneratif adalah penyakit baru yang ditimbulkan oleh gangguan metabolisme
tubuh akibat mengonsumsi berbagai jenis makanan yang tidak terkendali serta
gangguan faal tubuh sejalan dengan proses degenerasi. Termasuk penyakit
metabolik antara lain: diabetes (kencing manis), hiperlipidermia (kolesterol
tinggi), asam urat, batu ginjal dan hepatitis. Sedangkan yang termasuk penyakit
degeneratif antara lain adalah: rematik (radang persendian), asma (sesak
nafas), tukak lambung, ambeien/wasir dan pikun (Lost of memory).
Untuk
menanggulangi penyakit tersebut diperlukan pemakaian obat dalam waktu lama
sehingga jika menggunakan obat modern dikhawatirkan adanya efek samping yang
terakumulasi dan dapat merugikan kesehatan. Oleh karena itu lebih sesuai bila
menggunakan obat alam atau obat herbal, yang mempunyai kelebihan yaitu meskipun
penggunaannya dalam waktu lama tetapi efek samping yang ditimbulkan relatif
kecil sehingga dianggap lebih aman.
