Tuesday, April 23, 2013

Kelebihan dan Kelemahan Obat Herbal



 Tidak ada metode pengobatan apa pun yang sempurna tanpa adanya kelemahan atau kekurangan. Tetapi dengan sikap objektif; memahami kekurangan suatu metode pengobatan justru merupakan langkah positif terhadap perbaikan suatu metode tersebut.

Dengan mengetahui kekurangan, diharapkan akan muncul upaya upaya untuk mengantisipasi sehingga menjadi lebih baik.Lain halnya jika kekurangan terus-menerus ditutupi, justru akan membuat metode pengobatan tersebut tidak akan mengalami perkembangan dan perbaikan. Sehingga ketika dijumpai suatu masalah maka tidak akan bisa melakukan langkah antisipasi untuk mengatasinya.

Metode yang berasal dari Negara-negara Barat banyak mendominasi dunia medis. Hal ini disebabkan perkembangan metode pengobatan banyak berasal dari ahli-ahli yang ada di Negara tersebut. Sementara untuk metode pengobatan yang lain masih dianggap kurang berkembang karena sedikitnya orang yang tertarik mendalami atau sedikitnya orang yang berobat dengan metode tersebut.

Seiring berkembangnya zaman, pemikiran-pemikiran yang didasari ketidakpuasan atas metode pengobatan medis Barat mulai muncul. Akibatnya metode alternatif semakin berkembang dan ikut menambah porsi peranannya dalam pengobatan.

Rasa tidak puas dari metode pengobatan medis Barat biasanya disebabkan:

  • Adanya beberapa penyakit yang sama sekali tidak bisa diobati dengan metode pengobatan medis. Hal inilah yang membuat seseorang harus mencari metode alternatif yang diyakini bisa memberikan pengobatan. 
  •  Pada beberapa penyakit memerlukan biaya pengobatan yang mahal sehingga hanya orang-orang tertentu yang bisa memanfaatkannya.
  • Pada beberapa kasus pengobatan secara medis lebih rumit dan memerlukan prosedur yang ketat (mungkin juga birokrasi yang berbelit-belit) sehingga kadang-kadang membuat lelah sebelum tujuan pengobatan itu tercapai dan pembengkakan biaya pengobatan.
  • Efek samping yang muncul relatif lebih berbahaya sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih ketat.
  • Pada beberapa penyakit memerlukan cara-cara pengobatan yang dianggap menakutkan, seperti operasi/pembedahan, radiasi, kemoterapi dan lain-lain.
  • Karena metode ini berasal dari Negara-negara Barat maka beberapa kelompok muslim ada yang kurang bisa menerimanya.

Kelebihan medis dibanding dengan pengobatan alternatif
diantaranya adalah:
  • Saat ini merupakan metode pengobatan terhadap suatu penyakit yang paling luas sekupnya.
  •  Mempunyai efek terapi yang cepat sehingga sesuai untuk mengobati penyakit-penyakit yang bersifat emergency (gawat darurat).
  •  Mempunyai berbagai macam teori-teori tentang kesehatan yang paling banyak digunakan pada saat ini dan mudah untuk disebarkan.
  •  Mempunyai tempat pelayanan pengobatan yang luas dan menjangkau sampai daerah-daerah sulit.
  •  Mempunyai sistem pengajaran yang lebih fleksibel dan efektif melalui berbagai lembaga pendidikan sehingga bisa mudah disebarluaskan.
  •  Menggunakan metode penelitian yang lebih rinci dan detail terhadap suatu produk obat atau cara pengobatan secara ilmiah sehingga bisa dipertanggungjawabkan
  •  Menggunakan izin resmi dari pemerintahan terkait praktek pengobatannya sehingga lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Beberapa kelebihan metode alternatif herbal dibanding metode medis :
  • Relatif aman dari efek samping untuk di konsumsi dalam jangka waktu lama.
  •  Sesuai untuk gangguan kesehatan terutama penyakit kronik dan degeneratif seperti hipertensi, kencing manis, rematik, asma, penyebaran sel-sel kanker, dan lain-lain.
  • Metode herbal menggunakan unsur-unsur obat yang lebih alami sehingga diharapkan tubuh lebih mudah untuk menerima dan bisa menolerirnya.
  • Bisa menyembuhkan beberapa penyakit tertentu yang tidak bisa diobati dengan cara medis.
  • Mengandung motivasi psikis, keyakinan, kepasrahan yang tinggi sehingga dapat meningkatkan semangat dalam berobat untuk mencapai kesembuhan.

Sunday, April 21, 2013

Mengapa Memilih Obat Herbal?

Selama ini banyak orang memilih untuk mengonsumsi obat herbal karena menganggap bahwa obat herbal lebih aman daripada obat sintesis. Selain itu, obat herbal minim efek samping dan dari sisi kekayaan alam Indonesia, obat herbal sangat mudah dicari. Sehingga jika dikonsumsi dalam jangka panjang tidak akan menimbulkan komplikasi dalam tubuh.

Namun demikian, dalam perkembangannya sering dijumpai ketidaktepatan peracikan obat herbal karena kesalahan informasi. Juga adanya anggapan yang keliru terhadap obat herbal dan cara penggunaannya, sehingga dalam beberapa kasus menimbulkan efek samping.

Ada beberapa jenis tanaman obat yang memiliki khasiat hampir serupa bahkan dinyatakan sama. Sebaliknya untuk indikasi tertentu diperlukan beberapa jenis tanaman obat yang memiliki efek farmakologis saling mendukung satu sama lain.

Walaupun demikian, karena sesuatu hal maka pada beberapa kasus ditemukan penggunaan tanaman obat tunggal untuk tujuan pengobatan tertentu. Hal ini akan berakibat fatal karena obat herbal tersebut akan bereaksi negatif terhadap tubuh kita. 
Sebagai contoh Daun Seledri / apium graviolens telah diteliti dan terbukti mampu menurunkan tekanan darah, tetapi pada penggunaannya harus berhati-hati karena pada dosis berlebih (over dosis) dapat menurunkan tekanan darah secara drastis sehingga jika penderita tidak tahan dapat menyebabkan syok. Oleh karena itu dianjurkan agar jangan mengonsumsi lebih dari satu gelas perasan seledri untuk sekali minum.

·         Mentimun, takaran yang diperbolehkan tidak lebih dari 2 buah besar untuk sekali makan.
·         Gambir, untu menghentikan diare, tetapi penggunaan lebih dari satu ibu jari bukan sekedar menghentikan diare bahkan akan menimbulkan kesulitan buang air besar selama berhari-hari.
·         Minyak jarak (Oleum recini) digunakan untuk mengobati urus-urus, jika penggunaannya tidak terukur akan menyebabkan iritasi saluran pencernaan.
·         Keji beling (Strobilantus crispus) digunakan untuk mengobati batu ginjal, jika pemakaian melebihi 2 garam serbuk (sekali minum) bisa menimbulkan iritasi saluran kemih.

Dalam pemeriksaan laboratorium pada beberapa pasien yang mengonsumsi Keji Beling untuk mengobati batu ginjal dinyatakan bahwa dalam urinnya ditemukannya adanya sel-sel darah merah (dalam jumlah) melebihi batas normal.

Hal ini sangat dimungkinkan karena daun Keji Beling merupakan diuretik kuat sehingga dapat menimbulkan iritasi pada saluran kemih. Akan lebih tepat bagi mereka jika menggunakan daun Kumis Kucing (Ortosiphon stamineus) yang efek diuretiknya lebih ringan dan dikombinasikan dengan daun Tempuyung (Sonchus arvensis) yang tidak mempunyai efek diuretik kuat tetapi dapat melarutkan batu ginjal berkalsium.


Obat herbal yang berasal dari tanaman obat akan bermanfaat jika digunakan dengan cara:
1.      Ketepatan takaran/dosis,
2.      Ketepatan waktu penggunaan,
3.      Ketepatan cara penggunaan,
4.      Ketepatan pemilihan bahan secara benar,
5.      Ketepatan pemilihan tanaman obat atau ramuan obat herbal untuk indikasi tertentu.

Tuesday, April 16, 2013

Mencegah Penyakit dengan Herbal



 Dalam buku Thibbun Nabawi, Ibnu Qayyim membagi tindakan pencegahan terhadap penyakit menjadi dua macam, yaitu pencegahan dari hal-hal yang dapat menimbulkan sakit, dan dari hal-hal yang memperparah penyakit yang sudah ada, sehingga penyakitnya tidak bertambah parah.

Cara yang pertama disebut pencegahan penyakit bagi orang sehat. Sedangkan cara yang kedua adalah tindakan preventif bagi orang sakit. Kalau orang sakit mampu melakukan tindakan preventif, maka penyakitnya bisa dicegah agar tidak semakin parah, sehingga ia bisa meningkatkan stamina untuk mengusir penyakit tersebut.

Secara tersirat, Allah telah menjelaskan hal ini dalam salah satu firman-Nya,

“Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan, atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih)”…. (Al-maidah [5]:6)

Dalam ayat ini, orang sakit dicegah menggunakan air saat wudhu, karena air  (pada kasus penyakit tertentu) bisa membahayakan kesehatan tubuhnya. Berarti pencegahan terhadap sebab-sebab timbulnya penyakit atau sesuatu yang menyebabkan penyakit bertambah parah sangat ditekankan. Kesimpulannya, pencegahan itu adalah obat terbaik terhadap penyakit, bisa mencegah timbulnya penyakit atau setidaknya mencegah agar penyakit itu tidak semakin parah dan melebar.

Kadangkala seseorang menginginkan sesuatu yang sebenarnya dilarang karena akan semakin memperparah sakitnya. Dalam hal ini menurut Ibnul Qayyim tidak mengapa diberikan dengan beberapa catatan. Hal ini diperbolehkan jika si sakit betul betul menginginkannya. Makanan yang dilarang tersebut (karena akan memperparah penyakit) boleh dikonsumsi asal sedikit dan dalam takaran yang mampu dicerna dengan baik. Hal itu tidak akan berbahaya, bahkan akan berguna. Karena kondisi tubuh dan lambung akan saling terikat oleh rasa suka dan senang, keduanya akan secara kooperatif menghalau hal-hal yang dikhawatirkan bahayanya. Bisa jadi, akan lebih berguna daripada mengonsumsi obat yang tidak disukai oleh pasien. Dalam hal ini menurut Ibnul Qayyim bahwa penyembuhan itu tidak semata dipengaruhi oleh faktor obat, namun faktor psikis dan diterimanya obat oleh tubuh juga memiliki pengaruh penting pada kesehatan.

Obat Herbal

Istilah herbal biasanya dikaitkan dengan tumbuh-tumbuhan yang tidak berkayu atau tanaman yang bersifat perdu. Dalam dunia pengobatan, istilah herbal memiliki makna yang lebih luas, yaitu segala jenis tumbuhan dan seluruh bagian-bagiannya yang mengandung satu atau lebih bahan aktif yang dapat dipakai sebagai obat (therapeutic). Misalnya Mengkudu Hutan (Morinda citrifolia) yang mengandung Morindin, bahan aktif anti kanker; Pegagan (Centela asiatica) yang mengandung Asiaticoside yang berguna untuk masalah kulit dan meningkatkan IQ.

Sunday, April 7, 2013

Ramuan Herbal Warisan Nabi


Dalam hidup, tidak selamanya kita sehat. Ada kalanya Allah memberi karunia kesehatan, tapi kadang Allah memberi cobaan dengan mencabut nikmat sehat tersebut. Bagi seorang muslim sehat dan sakit merupakan kebaikan, karena keduanya bisa dijadikan sarana mendekatkan diri pada-Nya.

Tidak hanya sakit, sehat sebenarnya juga ujian kesabaran, karena tidak semua orang bisa menggunakan nikmat sehat untuk beribadah pada-Nya. Hanya saja saat kita dikaruniai nikmat sehat banyak peluang kebaikan yang bisa dilakukan. Maka dari itu menjaga kesehatan dan tetap fit merupakan manifestasi kebaikan yang tidak dapat diraih di saat sakit. Tapi seandainya setelah berusaha menjaga kesehatan tersebut tubuh tetap sakit maka harus dicari obatnya agar segera sembuh. Nabi SAW telah mengisyaratkan pada kita bahwa segala penyakit pasti memiliki obatnya, kecuali penyakit tua.

Dalam Musnad Imam Ahmad disebutkan sebuah hadits dari Usamah bin Syuraik, “Suatu saat aku sedang bersama Nabi, tiba tiba datanglah beberapa lelaki Badui. Mereka bertanya, ‘Apakah kami boleh berobat?’ beliau menjawab, ‘Boleh wahai para hamba Allah, silakan kalian berobat! Karena setiap Allah menciptakan penyakit pasti Allah juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja.’ Mereka bertanya, ‘penyakit apa itu ya Rasulullah?’ beliau menjawab, ‘Penyakit tua.”’ (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim, Shahih)

Bagaimana Nabi Memilih Obat?

Dalam pengobatan, Nabi SAW biasa mengobati dirinya sendiri, selain itu Nabi juga memerintahkan orang lain untuk melakukan pengobatan sendiri. Beliau menyuruh hal ini kepada keluarga dan juga para sahabatnya. Nabi dan para sahabat tidak terbiasa menggunakan obat-obatan kimia yang biasa disebut Eqrobadjin (farmasi). Kebanyakan obat yang mereka gunakan adalah makanan sehat alami. Terkadang makanan sehat tersebut dicampurkan dengan makanan lain sebagai pelarut atau pengemulsi. Penambahan ini sejatinya bertujuan untuk menghilangkan bentuk aslinya yang kasar, dan juga untuk menambah khasiat antar makanan tersebut. Obat-obatan seperti ini juga sudah digunakan di berbagai Negara pada zaman dahulu.

Kalangan medis juga sepakat bahwa selama penggunaan makanan sehat sudah cukup untuk digunakan dalam pengobatan maka tidak perlu menggunakan obat tambahan. Selama bisa menggunakan obat-obatan sederhana tidak perlu menggunakan obat-obatan kimia (sintetik). Mereka menegaskan, ‘‘Setiap penyakit yang masih bisa diatasi dengan makanan sehat dan pencegahan, tidak memerlukan obat-obatan.’’ Hal ini bukan berarti menafikan khasiat obat konvensional (sintetik), hanya saja ada beberapa kelebihan obat herbal yang tidak dimiliki obat-obatan sintetik.

Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

Menurut penuturan dari dr. Joseph Novaks, anggota senior American Medical Association bahwa tubuh manusa tidak pernah didesain untuk menjadi sakit. Allah membekali manusia dengan system sekuriti yang cukup tangguh untuk menangkal segala bentuk ancaman bagi tubuh yang datang dari dalam tubuh sendiri seperti sel-sel yang telah tua dan berpotensi menjadi keganasan/kanker dan ancaman dari luar yaitu lingkungan berupa mikroorganisme dan bahan-bahan lainnya.

Sekuriti itu adalah sistem imunitas tubuh, merupakan semua mekanisme yang digunakan untuk mempertahankan keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh berbagai bahan dari lingkungan hidup. Sistem keamanan tubuh yang berupa “respons imun” diperlukan untuk tiga hal yaitu:

1. Pertahankan ditujukan untuk infeksi mikroorganisme,
2. Homeostasis (keseimbangan tubuh), mengeliminasi komponen tubuh yang sudah tua,
3. Pengawasan, menghancurkan sel-sel yang bermutasi, terutama yang menjadi ganas.Maka sebenarnya tubuh itu didesain untuk sehat, tidak untuk sakit. Maka sebaiknya apa pun pengobatan, sebenarnya pencegahan tetap lebih baik, karena pencegahan berarti menghilangkan sebab timbulnya penyakit itu sendiri.