Namun
demikian, dalam perkembangannya sering dijumpai ketidaktepatan peracikan obat
herbal karena kesalahan informasi. Juga adanya anggapan yang keliru terhadap
obat herbal dan cara penggunaannya, sehingga dalam beberapa kasus menimbulkan
efek samping.
Ada
beberapa jenis tanaman obat yang memiliki khasiat hampir serupa bahkan dinyatakan
sama. Sebaliknya untuk indikasi tertentu diperlukan beberapa jenis tanaman obat
yang memiliki efek farmakologis saling
mendukung satu sama lain.
Walaupun
demikian, karena sesuatu hal maka pada beberapa kasus ditemukan penggunaan
tanaman obat tunggal untuk tujuan pengobatan tertentu. Hal ini akan berakibat
fatal karena obat herbal tersebut akan bereaksi negatif terhadap tubuh kita.
Sebagai contoh Daun Seledri / apium
graviolens telah diteliti dan terbukti mampu
menurunkan tekanan darah, tetapi pada penggunaannya harus berhati-hati karena
pada dosis berlebih (over dosis) dapat menurunkan tekanan darah secara drastis
sehingga jika penderita tidak tahan dapat menyebabkan syok. Oleh karena itu
dianjurkan agar jangan mengonsumsi lebih dari satu gelas perasan seledri untuk
sekali minum.
·
Mentimun, takaran yang diperbolehkan
tidak lebih dari 2 buah besar untuk sekali makan.
·
Gambir, untu menghentikan diare, tetapi
penggunaan lebih dari satu ibu jari bukan sekedar menghentikan diare bahkan
akan menimbulkan kesulitan buang air besar selama berhari-hari.
·
Minyak jarak (Oleum
recini) digunakan untuk mengobati urus-urus, jika penggunaannya tidak
terukur akan menyebabkan iritasi saluran pencernaan.
·
Keji beling (Strobilantus
crispus) digunakan untuk mengobati batu ginjal,
jika pemakaian melebihi 2 garam serbuk (sekali minum) bisa menimbulkan iritasi
saluran kemih.
Dalam
pemeriksaan laboratorium pada beberapa pasien yang mengonsumsi Keji Beling
untuk mengobati batu ginjal dinyatakan bahwa dalam urinnya ditemukannya adanya
sel-sel darah merah (dalam jumlah) melebihi batas normal.
Hal
ini sangat dimungkinkan karena daun Keji Beling merupakan diuretik kuat
sehingga dapat menimbulkan iritasi pada saluran kemih. Akan lebih tepat bagi
mereka jika menggunakan daun Kumis Kucing (Ortosiphon
stamineus) yang efek diuretiknya lebih ringan dan
dikombinasikan dengan daun Tempuyung (Sonchus
arvensis) yang tidak mempunyai efek diuretik kuat
tetapi dapat melarutkan batu ginjal berkalsium.
Obat
herbal yang berasal dari tanaman obat akan bermanfaat jika digunakan dengan
cara:
1.
Ketepatan takaran/dosis,
2.
Ketepatan waktu penggunaan,
3.
Ketepatan cara penggunaan,
4.
Ketepatan pemilihan bahan secara benar,
5.
Ketepatan pemilihan tanaman obat atau
ramuan obat herbal untuk indikasi tertentu.

No comments:
Post a Comment